Goa Kreo adalah sebuah goa yang dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati untuk membangun Mesjid Agung Demak . Ketika itu menurut legenda Sunan Kalijaga bertemu dengan sekawanan kera yang kemudian disuruh menjaga kayu jati tersebut. Kata “Kreo” berasal dari ka
ta Mangreho yang berarti peliharalah atau jagalah. Kata inilah yang kemudian menjadikan goa ini disebut Goa Kreo dan sejak itu kawanan kera yang menghuni kawasan ini dianggap sebagai penunggu. Selain menikmati pemandangan alam yang indah dan udara yang sejuk serta bercanda dengan kera penunggu kawasan ini, pengunjung juga bisa menikmati aliran sungai yang dingin dan segar di bagian bawah daerah ini.Obyek wisata ini terletak didukuh Talunkacang, Kelurahan Kandri , Kecamatan Gunung Pati kurang lebih 8 Km dari Tugu Muda, dibuka untuk umum jam 08.00 s/d 18.00 WIB . Setiap tanggal 3 Syawal diadakan upacara Sesaji Rewanda. Candi Gedong Songo
Menikmati keindahan sembilan candi dalam satu tempat, itulah kelebihan kompleks Candi Gedong Songo di kaki Gunung Ungaran, Semarang. Kompleks ini tak hanya menyiratkan aroma tempo doeloe, tapi juga keindahannya. Dikelilingi hamparan bunga dan hutan pinus, Anda bisa menikmati segarnya aroma
getah pinus dan wangi bunga mawar.
Itu saja belum cukup. Letaknya juga istimewa karena berada pada ketinggian sekitar 1000 meter dpl. Dari tempat ini Anda bisa menyaksikan “lukisan alam”; kota Ambarawa dan genangan air Rawapening dengan latar gunung Sumbing dan Sindoro. Benar-benar menakjubkan!
Sesuai namanya, komplek candi ini terdiri atas sembilan candi, berderet dari bawah ke atas yang dihubungkan dengan jalan setapak bersemen. Satu candi yang berada di puncak paling tinggi disebut Puncak Nirwana. Di sini juga terdapat berbagai patung dewa, seperti Syiwa Mahaguru, Syiwa Mahadewa, Syiwa Mahakala, Durgamahesasuramardhani, dan Ganesya yang menegaskannya sebagai bangunan pemujaan umat Hindu. Juga ditemukan Lingga dan Yoni yang merupakan ciri khas candi Hindu di Indonesia. Sayangnya, ada dua candi yang tak bisa Anda nikmati sevara utuh karena rusak.
Komplek Candi Gedong Songo ini diperkirakan dibangun oleh Raja Sanjaya, raja Mataram kuno pada sekitar abad 8 Masehi atau sekitar tahun 927 M. Melihat langgam arsitektur dan pendirinya yang beragama Hindu Candi Gedong Songo jelas merupakan candi Hindu yang dibangun untuk tujuan pemujaan.Candi ini kali pertama dilaporkan keberadaannya oleh Gubernur Jenderal Raffles pada 1740. Pemugaran candi dan penataan lingkungan secara menyeluruh dilakukan oleh pemerintah Indonesia pada 1972-1982.
Gunung Ungaran, tempat Candi ini, menurut cerita rakyat punya kaitan dengan perebutan Dewi Sinta antara Hanoman dan Dasamuka. Seperti cerita pewayangan, Dasamuka menculik Dewi Sinta dari sisi Rama, suaminya. Terjadilah perang besar untuk merebutnya; Dasamuka dan bala tentara raksasanya melawan Rama yang dibantu pasukan kera pimpinan Hanoman. Namun Dasamuka yang sakti tak bisa mati kendati dirajam berbagai senjata oleh Rama. Karena itu, Hanoman yang anak dewa itu kemudian mengangkat sebuah gunung untuk menimbun tubuh Dasamuka. Jadilah Dasamuka tertimbun hidup-hidup oleh gunung yang kemudian hari disebut sebagai gunung Ungaran.
Kabarnya, setiap hari Dasamuka kerap merintih dengan suara menggelegak, meski suara itu diyakini berasal dari sumber air panas yang terdapat di situ. Sumber air panas yang mengandung belerang itu menjadi tempat mandi untuk menghilangkan beberapa penyakit kulit.
Candi ini memuat fragmen-fragmen sejarah kebesaran budaya Hindu. Kesembilan candi tersebut berada di lereng-lereng bukit yang letaknya terpisah satu sama lain. Untuk mengunjungi semua candi Anda bisa menyewa kuda sambil menikmati keindahan alam dan kesegaran udara pegunungan.
Obyek wisata sejarah yang dibangun diketinggian antara 1300-1500 meter di atas permukaan laut ini letaknya tak begitu jauh dari obyek wisata Bandungan. Hanya 5 km lagi. Terletak di Desa Candi, Kecamatan Somowono Ambarawa, Kabupaten Semarang, Candi Gedong Songo juga bisa Anda kunjungi melalui kota Ambarawa yang berjarak sekitar 15 km, yaitu ke arah barat melewati obyek wisata Bandungan. Jika dari Ungaran jaraknya hanya 12 km melalui Karangjati. Lokasinya mudah dijangkau karena banyak angkutan umum yang siap mengantar Anda ke sana.
SOTO PAK WITO KETILENG
No comments:
Post a Comment